27 Januari, 2009

TVS Apache - gak ada prospek ???? Marketing mandul ???


Bila diamati sejak saya mengenal TVS Apache RTR 160 bulan Oktober 2008 di Manado, ternyata untuk kurun waktu segitu hanya ada 15 pemakai, artinya bisa ditebak bahwa tidak ada upaya dari TVS untuk mengenalkan produknya sehingga menjadi diminati masyarakat (di Manado khususnya).

Saya jadi gregetan dengan cara dan metode marketing TVS.

Kita bisa bandingkan bagaimana reaksi Honda ketika pasar Tiger diganggu oleh masuknya kompetitor potensial seperti Yamaha yang mengenalkan Vixion, Bajaj Pulsar dan TVS. Honda sempat terlena dengan arogansinya menguasai pasar motor ber cc diatas 150 cc selama bertahun2. Namun setelah masuknya Pulsar hingga terbentuk Pulsarian, juga dengan teknologi fuel injection Yamaha Vixion, si arogan tadi segera tersadar bahwa pasarnya telah terganggu dan segera memperbaiki posisinya (re-positioning) dengan menerbitkan berbagai varian motor injection (CS1 dan Beat) serta merubah tampilan Tiger menjadi berbeda. langkah itu segera diikuti dengan menggenjot iklan secara bertubi-tubi terutama untuk hilangnya pasar kelas bebek melawan Yamaha dengan Revo, matik Vario yang keok melawan Mio dengan terbitkan Beat dan Tiger yang ganti topeng dengan lampu a-simetris meski teknologi mesin tetap aja jadul.

Ada banyak contoh bagaimana peran marketing mempengaruhi penjualan. Perusahaan rokok merupakan contoh terbaik dalam penetrasi pasar dimana untuk pengenalan produknya digunakan iklan yang gencar, promosi bertubi2 termasuk dengan SPG cantiknya, demikian pula untuk operator telepon selular. di Manado ada 2 operator pendatang baru, keduanya CDMA dengan merk dagang Fren dan Esia. dengan banyak iklan dalam berbagai media ternyata mereka juga berhasil menjual produk dalam waktu cepat sehingga mampu menggembosi Flexi yang telah eksis 4 tahun.

Mungkin sang marketer TVS akan berkilah, itu kan barang kecil dan harganya murah !!!
Bukan itu jawabnya, karena meski kecil dan murah kalau tidak disosialisasikan (bahasa bisnisnya diiklankan dan dipromosikan) tentu tidak dikenal.

Saya amati bagaimana Pulsar dipasarkan, mereka gunakan SPG cantik masuk ke kantor2 sambil membawa brosur, merayu prospek (calon pembeli) untuk test drive, menilpon kembali prospek yang belum berminat hingga berulang2. Pulsar selain mempunyai show room dengan lokasi strategis, sering melakukan pameran di mal, juga melakukan pendekatan ke berbagai instansi. Hasilnya adalah dalam kurun 1 tahun telah terjual lebih dari 400 unit.

Bandingkan apa yang dilakukan TVS, pameran di mal namun lokasi tidak strategis malah tertutup oleh motor merk lain, dijaga oleh teknisi (cowok) yang wajahnya tidak menarik, tidak ada tenaga marketing yang melakukan door to door. Tenaga sales yang di show room tidak bisa jelaskan fitur motor.

Karena tidak dikenal maka Apache banyak kehilangan peluang (oportunity lost) padahal harganya hanya selisih 1,5 juta dari Suzuki Thunder 125.

Terus terang banyak pemakai Thunder kecewa mereka tidak kenal TVS Apache RTR 160 lebih dulu karena untuk motor dengan fitur yang cukup canggih harganya hanya selisih sedikit dengan Thunder yang terlanjur dibelinya.

Ada kesan TVS tidak punya visi dan misi dalam berbisnis, memang benar juga bila ada sebagian rekan yang khawatir masa depan TVS. Karena kalau prospek industri otomotif saya yakin masih bagus, masalahnya adalah bagaimana TVS Indonesia mampu menguasai pasar dan bertahan dalam persaingan, lha wong mau masuk pasar aja gak punya kemampuan penetrasi apalagi mau bersaing dengan yang eksis. Emangnya ada berapa banyak orang yang akan mencari TVS ???? kalau tidak dikenalkan dulu macam apa produknya.

Saat ini para ATPM yang sudah eksis saja jungkir balik beriklan, berpromosi, menyelenggaran berbagai kegiatan untuk mempertahankan pasarnya dan berusaha memperluas pangsa, Lha TVS malah adem ayem aja, apakah sudah begitu mindernya, atau unit marketingnya yang impoten ?

20 Januari, 2009

Tips Memilih Komputer / PC

Meskipun teknologi komputer PC telah ada di Indonesia lebih dari  20 tahun yang lalu, ternyata masih sangat banyak orang yang terjangkit penyakit Gaptek (gagap teknologi). 
Saya bisa menduga bahwa Anda pasti menebak kalau yang gaptek itu orang-orang tua berusia 35 tahun keatas, iya khan ..... ?
Ternyata salah besar !!!!
Banyak anak-anak muda berusia 20 tahunan (20 s/d 29 tahun) ternyata juga gaptek, dan anak-anak usia sekolah dari SD hingga SMA ternyata sebagian besar juga gaptek.

Sekarang akan saya perjelas tentang kriteria gaptek itu yang seperti apa ?
- GAPTEK PARAH adalah orang-orang yang benar-benar tidak kenal komputer, banyak diikuti oleh orang-orang yang dalam kegiatan kesehariannya memang tidak pernah menyentuh komputer dan memang tidak berminat dengan peralatan komputer.
- GAPTEK SEDANG diderita oleh orang-orang yang telah mengenal dan memakai komputer secara terbatas, misalnya hanya untuk mengetik surat, akses e-mail, chating, game online dan browsing.Kalau ada masalah kecil saja sudah kebingungan misalnya mau cetak ke printer, trus gak segera cetak seperti kertasnya gak keluar, dia tidak tahu bagaimana solusinya. Tipe beginian juga masih mendominasi.
- GAPTEK RINGAN terlihat dari keterbatasan pemanfaatan komputer, misalnya hanya menjalankan Microsoft Office (Word, Excel, Powerpoint), e-mail, chating, browsing, putar MP3 dan video, tahu cara menghidupkan komputer (maksudnya memasang kabel-kabel power, kabel monitor,kabel printer, mengatasi masalah printer dan monitor). Masuk dalam kriteria disini adalah tidak tahu pasti apa manfaat dan pengaruh kinerja storage, memory, prosesor, tidak memanfaatkan berbagai software seperti foto editor, utility, aksesori.

Nah, sekarang bagi pembaca yang masih masuk kriteria Gaptekwan dan Gaptekwati tapi ingin membeli komputer baik untuk yang pertama kali maupun untuk yang ke sekian kali, perlu saya bantu dengan beberapa tips berikut ini.

Tip no. 1 = Apa kebutuhan Anda
Apabila Anda hanya memerlukan komputer untuk ketik-mengetik, email, chating, putar lagu MP3 dan video maka cukup gunakan prosesor Celeron atau Atom dengan RAM (memori) 128 MB, hard disk 40GB, biaya investasi paling ringan sekitar Rp 2juta hingga 2,7 juta.

Untuk anda yang membutuhkan komputer dalam edit foto dan video, pengolahan data jumlah besar, ada aplikasi aritmatika dan permainan game bisa gunakan Pentium 4 hingga Core 2 duo dengan RAM 1 s/d 2 GB dan hardisk 80 GB. biaya investasi mulai Rp 2,5 juta sampai Rp 3,5 juta.

Adapun untuk penggunaan aplikasi 3D baik seperti Autocad, Game 3D serta aplikasi yang memerlukan render dan proses aritmatika rumit bisa gunakan prosesor Core 2 Quad dengan RAM   4 s/d 16GB, hard disk 160GB dengan investasi mulai Rp 5 juta hingga 45 juta.

Bila memerlukan akses grafis 3D maupun render kecepatan tinggi lebih nyaman pakai prosesor AMD daripada Intel. 

Tip no. 2 = Dimana kegiatan Anda
Bila penggunaan komputer menetap  (tidak berpindah-pindah) lebih cocok dan enakan pilih yang desktop, selain lebih nyaman, biaya investasi lebih ringan. Desktop lebih flexible untuk dilakukan ekspansi, mudah dimodifikasi, perawatan mudah dan murah. Penggunaan laptop, notebook maupun netbook untuk kondisi ini tidak cocok karena selain keterbatasan akses, biaya investasi mahal, perawatannya juga tinggi karena harga hardisk, memori dan baterai lebih mahal dibanding komponen desktop.

Untuk anda yang mobilitas tinggi, memerlukan komputer setiap saat tentu perlu komputer yang portabel. Bila data yang diolah banyak dan rumit silakan pilih laptop yang mempunyai layar lebar, untuk penggunaan yang simpel tapi banyak info yang diakses bisa pakai notebook, sedangkan untuk mobilitas yang sangat tinggi tapi tetap selalu butuh akses komputer yang sederhana seperti untuk ketik-mengetik, internet, presentasi bisa gunakan netbook. 

Kelebihan netbook adalah bentuknya kecil, ringkas, baterai tahan lama hingga lebih 6 jam.

Bila ingin yang lebih praktis lagi silakan pilih PDA atau mobile PC atau lebih dikenal dengan komputer genggam karena selain berfungsi sebagai komputer juga bisa untuk telpon dan SMS selain internet online sepanjang jalan

mungkin ini dulu ya.... nanti disambung lagi.

Tip no. 3 = Berapa anggaran Anda
Untuk anggaran yang terbatas, bila memungkinkan gunakan desktop saja, bisa pilih produk yang standar saja, misalnya tidak usah pakai DVD Writer, monitor CRT, printer deskjet standar.  

Bila anggaran bukan masalah, silakan perhatikan tip 1 dan tip 2. Meskipun anda mampu membayar berapapun harganya, anda tetap akan rugi besar bila membeli alat yang mempunyai spec tertinggi tapi tingkat utilitas sangat rendah, kenapa ?? Karena teknologi komputer sangat pesat berkembang sehingga alat yang anda miliki cepat usang. bisa saja komputer dengan spec tercanggih dibeli seharga Rp 30 juta, 2 tahun lagi sudah ketinggalan jaman dan harganya turun menjadi Rp 8 juta saja. 

Tip no. 4 = Siapa Anda
Bila anda pegawai (bisa manajer, guru, staf), pelajar dan mahasiswa yang ditempat kerja atau sekolah sudah ada PC maka akan lebih bagus kalau pilih desktop. Tapi kalau kebutuhan akses komputer tinggi bisa pilih notebook maupun netbook.

Untuk tenaga marketing, sekretaris, teknisi lapangan memerlukan notebook maupun netbook untuk presentasi, rapat, organizer.

Laptop bisa dipilih bila akses di lapangan kurang banyak, mengingat bentuknya yang besar, beratnya lumayan dan baterai hanya bertahan 2 jam saja sehingga penggunaannya menjadi kurang praktis karena harus mancari colokan listrik untuk pemakaian diatas 2 jam.

Bagi yang mempunyai mobilitas tinggi tapi juga butuh akses data cepat maka pilihannya adalah gunakan PDA saja misalnya untuk manajer yang setiap saat harus ambil keputusan, sedangkan posisinya lebih banyak diluar kantor.

30 Desember, 2008

Aksesori motor di Manado MAHAL SEKALI

Saya sedang berencana modif n lengkapin aksesori buat TVS Apache RTR 160 yang baru berumur 1 bulan. Setelah keliling sana-sini, ternyata agak sulit cari aksesorinya.
Selain motor baru, ukuran ban belakang yg 18" juga agak kurang familier bagi bengkel disini, mereka sarankan ganti aja velg dengan punya Tiger.
Saya mulai pilih2 aksesori, mulai dari velg radial 17" lokal merk Speed harganya dah 1,6 jt, trus ban radial BS satu bijinya 850 ribu, baru box samping merk Bivi ditawarkan 3,2jt sampe 8 jt, trus yang dibelakang 2 jt.
Setelah saya cek harga Jakarta ternyata box Bivi cuman 1,1 jt.
Wah... berabe juga nich, kalo jadi orang daerah tertinggal. Apa aja jadi mahal. 
Bikin Begel (itu sebutan montir di sini untuk pipa pengaman dibawah/ samping mesin) harganya 350 ribu. Padahal kalo saya bikin di Jogja paling cuman 125 ribu.
Memang sich bengkel yg saya datengin ini yang paling lengkap dan punya montir yg sebagian besar anak Jawa. Makanya siapa aja yang punya ilmu tentang motor baik mesin dan modifikasi ada kesempatan peluang kerja dan bisnis bagus disini. Masalah mendandani motor, disini gak ada batas umur, meski dah pensiunan motornya trendy n keren2 lho.... Apalagi kalo yg punya anggota polisi, motor Tiger pasti dech dah full variasi, lha wong yang punya Thunder aja aksesorinya dah lebih mahal dari harga motornya, lagipula disini polisi orangnya gagah2 sekali, selain body tinggi besar, tampangnya juga banyak yg ganteng.
So.... kalo ada info tentang aksesori yang bisa dibeli diluar Manado n harga murah, bantuin dong infonya......

16 Desember, 2008

Saatnya investasi di Reksadana

Pertengahan Agustus 2007, saat sub prime mortgage meledak di Amerika, index bursa kita sempat anjlok dengan harga yang menukik tajam. waktu itu aku masih memegang Reksadana Mandiri Investa Atraktif (Mitra) yang kubeli di harga NAB (nilai aktiva bersih) 2.550 pada bual Juni sebelumnya.
Berdasarkan pengalamanku bermain saham sejak tahun 1990, aku perlu lakukan koreksi investasi, caranya yaitu investasiku yang kutanam sebesar 25 juta di harga 2.550 kujual saat harga turun menjadi 2.310.
Beberapa temanku yang baru 2-3 tahunan bermain reksadana langsung mengkritik, rugi tuh !!!! masa beli di 2.550 kok malah dijual di harga 2.310, artinya aku bisa rugi sekitar 2,5 juta lebih. beberapa yang lain mengolokku, "katanya dah pengalaman lha kok malah panik, harga turun kok dijual" mereka bergantian menasehatiku, seolah-olah sudah sangat berpengalaman. Memang sich dari hasil training yang pernah diikuti oleh salah satu dari mereka memberikan pedoman kalau harga turun gak boleh dijual kalo gak pingin rugi. Akhirnya dalam beberapa hari NAB Mitra telah turun jadi 2.050, sayangnya di hari itu aku gagal masuk untuk beli 20 lot. Akhirnya baru besok paginya aku dapat di harga 2.150, luar biasa !!! dalam 1 hari udah naik lagi, 100 rupaih ....
sambil mengamati pertumbuhannya, aku semakin mantap karena baru 1 minggu harga dah mencapai 2.440. Akhirnya pada minggu ke 3 Oktober telah dicapai harga 3.300, nah saat itulah aku jual Mitra-ku, jadi investasi 21,5 juta dah beranak pinak jadi 33 juta dalam waktu 3 bulan saja.

Bagaimana dengan kondisi saat ini ?
peluang bagus untuk masuk, karena saya ramalkan pada akhir 2009 setelah ontran-ontran pemilu legislatif dan presiden selesai, tentunya semua berharap nasib negri ini akan semakin baik. Nah disekitar semester 1 tahun 2010 kita sudah tinggal panen dengan trend pertumbuhan bisa saja diatas 130%. ini berdasarkan feeling so good n pengalaman gue lho....

26 November, 2008

Akhirnya TVS RTR 160 Apache Pilihanku

Pilih yang mana:
Setelah 3 hari bolak-balik ke dealer Bajaj dan TVS, dimana saya sempat hampir memutuskan ambil Pulsar 180 karena tertarik warna merah-nya yang menyala dan sales girlnya yang cuantik dan seksi (cewek Manado paling pinter jaga penampilan lho...), saya sempat bingung karena penampilan Pulsar 180 dan Apache hampir sama gagahnya.
Cuman saja begitu pegang stang, Pulsar 180 rasanya kaya pegang motor Honda CB 100 tahun 75an karena bengkokan pipanya kuno banget, trus suara mesin n knalpot rada brisik. Saya terus mikirin berapa biaya ganti plat segitiga bracket stang racingnya, trus kalo ganti stang tentu ngefek juga ke kabel2 yg kalo gak pas pasti jadi gak rapi lagi.
Harga Pulsar di Manado Rp 17,5jt sedangkan Apache Rp 17,33jt, sepintas 180cc tampak murah dibanding yang 160cc, apalagi populasi Pulsar di jalanan sudah lumayan banyak. Polisi patroli juga sudah banyak yang pake Pulsar.
Sabtu sore tanggal 22-11-2008 saya pelajari lagi brosur-brosur, review dari user di India karena mereka yg lebih pengalaman pake, sedang reviewer indonesia sebagian belum punya or hanya dr baca web aja. Meski demikian saya perhatikan juga para user Apache sama Pulsar yg cerita waktu pulang mudik.
Saya akhirnya bikin sayembara ke kedua agen TVS dan Pulsar, siapa yang duluan bisa kasih nomor cantik dengan pilihan 9000, 9999 atau 9900 maka motor itu yang saya pilih.
Tapi malam harinya saya nyesel juga bikin gambling seperti ini karena hasil riset saya menunjukkan TVS banyak keunggulannya, sedang Pulsar hanya menang 2 busi saja, dia tetap lebih boros, kalah di akselerasi, serta kurang sporty.
Keputusan:
Akhirnya Senin pagi tgl 24-11-2008 saya dapat miscall berkali-kali dari TVS tapi tlp tdk saya angkat krn ada rapat koordinasi mingguan di tempat kerja. waktu saya callback ke TVS, jawabannya nomor yg saya pesan sdh ada dan sudah di blok utk nama saya.
Karena TVS berhasil konfirmasi nomor yang saya pesan maka pilihan jatuh ke TVS, alhamdulillah, coba kalo yg telpon dari Pulsar, wah.... pasti nyesalnya gak habis2.

Sekarang saya lagi mereka2 apa saja yg perlu ditambah, di modif dan dikorek-korek.
Pilihan pertama ganti ban yg lebar sekalian ganti velg krn mau saya pasang rear disk brake, baru pasang pipa pengaman samping buat dudukan lampu spot.

saya juga dah siapin touring ke Langowan (pegunungan) dan Bitung (track datar) buat uji coba akselerasi, tanjakan, track panjang sama berbagai kondisi medan.

Habis itu baru oprek dapur pacu tentunya setelah evaluasi hasil touring sebulan.

19 November, 2008

Pilih motor TVS RTR 160 atau Pulsar 180

Saat ini saya sedang sedikit kebingungan untuk menyiapkan kendaraan roda 2 buat nyangkul. Maklumlah, saya sudah pake Vespa Corsa sejak tahun 1996 sampe sekarang. Yang kasihan yaitu di Manado sini gak ada satupun teknisi yang tau mekanikal motor ini, lebih celaka lagi cari onderdilnya. Maklum meski jadul teknologi matiknya belum mereka kenal, kasihan ya mekanik di daerah sini. Akhirnya saya bisa ambil kesimpulan bahwa lebih aman pake motor baru yang suporting dan servisnya bagus.

Kalau lihat2 motor jepang sejak saya pake Yamaha RX 100 tahun 1979, trus Honda Astrea Star, sampe anak-anak pake Honda Revo dan Yamaha bebek, rasanya kok gak ada yg bagusan, udah logamnya mbedel (gampang patah & cepat aus) model dan teknologinya cuman begitu2 saja. Apalagi kalau ngamatin Honda, weleh.. weleh... weleh dari tahun ketahun cuman gonta-ganti stiker aja, gak mutu !!!!.

Tertarik sama teknologinya Mio, tapi setelah lihat fisiknya yg imut trus sadelnya pendek, wah.... hilang juga minatku... Habisnya kalo naik motor ini rasanya kayak wong ndondok, bisa-bisa ambeienku kumat.

Akhirnya setelah jalan-jalan ternyata udah ada dealer lengkap sama bengkel dan suku cadangnya motor India merk TVS dan Bajaj.

Bajaj Pulsar ternyata wong Manado minatnya gedhe banget, abisnya stok yg di show room udah ada tempelan nama orang, artinya barang pesanan udah ada pemiliknya semua. Barang yg datang sekarang ternyata udah dipesan sejak puasa dulu. Apalagi Polda Sulut seleranya juga OK, pasukan Busernya pake tongkrongan Pulsar, tambah panjang lagi indent-nya. Waduh susahnya kalo pengin motor canggih. Harga yg 200cc Rp 21jt trus yg 180cc Rp 18,5jt, yg 125 cc Rp 13jt.

Saya tertarik sama Pulsar 180 yang businya dobel, tapi gak yakin juga sich kalo dobel trus ada efeknya ke power, soalnya dulu saya punya motor trail yang busi dobel, tapi waktu kabel satu busi copot, tenaganya juga gak ngedrop, artinya sami mawon. Trus lampu belakang LED berbentuk V, wah gagah tenan.

Waktu test drive, tapi yg saya coba yg Pulsar 200, rasanya gak nyaman, asap bau bensin, artinya pembakaran gak sempurna, trus mesin mati berkali-kali setiap dibebani (kopling dilepas). baru waktu berputar, masya Allah radiusnya lebar banget, ini susah buat manuver. Di Manado meski kotanya kecil dan penduduknya cuman 600.000 orang, crowdeednya luar biasa, angkot liar sekali, makanya kalo pake Pulsar jadi kurang lincah, apalagi kalo mau akselerasi, rasanya masih enak naik Vespa Corsa (matik) jadul saya yang tinggal gas dan rem, trus buat zig-zag lincah sekali.

Kalau TVS yang saya sempat test drive ternyata akselerasinya galak banget, nggilani dech... roda depan sempat ngangkat jingkrak-jingkrak, cuman sayangnya miskin aksesori, tapi.... fiturnya jauh dech dibanding Honda Tiger. Kalo Tiger saya dah gak nglirik lagi, teknologi jadul, mesin brisik, ngeden gak punya power, malah saya sempat amati mereka kejar2an sama bebek Revo di tanjakan Tomohon (mirip kawasan Secang kalo di Jateng) segitu aja kalah tho..... cuman suaranya aja yang memekakkan telinga tapi nggembos.

Nah, kalo TVS RTR 160 Apache ini meski keliatan polos miskin tampilan tapi ternyata banyak fiturnya, mulai Speedo digital, rem cakram depan-belakang, ban origin pabrik TVS, diameter depan lebih kecil, trus ban belakang dah radial. Buat orang yg dah tua kayak saya ini (kepala 4) rasanya lebih enak pake motor ini dech, karena gak terlalu keliatan ngenomi tapi hoby ngebut tetap tersalur.

Masalahnya adalah, saya gak tau persis mana yang lebih tepat dipilih buat dibeli, makanya bantu dong infonya buat pengambilan keputusan.

Tolong ya.... bantu dong........

07 November, 2008

Tarsius


binatang khas Sulawesi, keistimewaan terdapat pada kepala yang bisa berputar 180 derajat

makanan serangga,

kondisi sudah sangat langka menjelang punah, penangkaran kurang diminati, mohon bantuan pihak yg berwenang

06 November, 2008

Sugeng Rawuh

Kulo Prasetyo Iriawan, sameniko wonten Manado, nggih sampun sawetawis wong sampun gangsal riyaya. Kondisi wonten mriki nggih lumayan, adem ayem mawon, peduduk kota Manado taksih sekedik, namung wonten 600 ewu jiwo.
mbok menawi sederek sampun mireng Bunaken, nggih pulo alit ning gadhah pemandangan laut ingkang lumayan endah, namung sarana wisata wonten mriki taksih sekedik sanget, mbok menawi cekap kalih dinten ngubengi Propinsi Sulawesi Utara saking kutha Manado kaliyan daerah saubengipun kados Bolang Mogondow lan Minahasa.
Wonten tedhan ingkang radi spesifik ing mriki kados tikus, kucing, segawon, lowo, sanget dipun senengi masyarakat Manado. manawi badhe pados daging wedhus malah angel, mboten wonten ingkang kiloan, kedah tumbas wedhus wetah. Daging sapi lan ayam langkung gampil ning nggih awis reginipun. Menawi iwak wonten mriki gampil lan echo, nanging reginipun lumayan awis.
Kangge ngeling-eling mbok menawi wonten sedherek ingkang kenal lan emut kalian kula, mangga mampir lan nyerat wonten blog mriki. Sekolah kulo SD Jl. Ungaran, Kotabaru, SMPN 5 kotabaru, SMAN 1 Teladan, kuliah wonten AKUB lan Fisipol UGM. Bisnis komputer CV Inti Primasolusi, lan kinarya wonten Bank Pembangunan Indonesia, samenika Bank Mandiri.
Anak kulo sekawan, kalih jaler sampun kuliah wonten STAN lan UII-Ek Manajemen, kalih estri SMAN1 Teladan lan SMPN1 Manado.
Monggo sederek-sederek kulo aturi nyerat mriki, kirim gambar lan foto, crito daerah perantauan, lan sanesipun monggo kerso.