Tampilkan postingan dengan label cewek. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cewek. Tampilkan semua postingan

05 Maret, 2009

TVS Customer Responsibility


Setelah berdebat panjang membahas kolping bermasalah di tvs-arci@yahoogroups.com dimana saya mengeluhkan kopling yng setiap pindah gigi kretag-kreteg serta kasus los power karena waktu dioper dari gigi 2 ke gigi 3 malah netral sehingga mesin meraug sekeras-kerasnya, akhirnya ada juga respon dari manajemen TVS.

Sabtu lalu (28-2-2009) ketika saya sedang tugas ke pulau Ternate di Maluku Utara, saya mendapat tilpon dari agen TVS Manado, namanya Vanda cewenya cantik khas Manado (tahu sendiri dech...10 cewek yg 3 cantik-cantik yg lainnya cantik sekaleee...) dia bilang agar motornya segera dibawa ke bengkel karena akan diperiksa gearbox dan koplingnya. Dia crita kalo barusan dpt fax dari direktur yg isinya cetakan diskusi di milis. 

Dari respon yg cukup cepat ini saya cukup senang dan saya sampaikan salut atas perhatian yg baik dan segera merespon atas masalah-masalah dari diskusi dan keluhan pengguna TVS Apache.

Coba, agen mana lagi yang cukup care dengan situasi ini ?
apa baru Manado yang bisa melakukannya ?

sikap ini kalau dijadikan corporate culture TVS pasti akan menjadikan TVS tidak hanya mampu menyediakan motor yg baik tapi juga pelayanan yang terbaik.

Ayo..... TVS.... kami dukung anda, meski dengan cara saya sendiri, jangan alergi kritik. Karena kalau sampai terlalu banyak pelanggan kecewa akan timbul black campaign, itu berbahaya untuk masa depan TVS. Respon yang cepat untuk setiap keluhan akan memberikan nilai positif atas kualitas pelayanan, karena pelayanan purna jual akan memberikan jaminan keamanan pemakai dan itu akan menyebar dari mulut ke mulut dengan sangat cepatnya.

01 Februari, 2009

TVS Apache - Kuda lari dalam kepompong yang kehujanan dan kedinginan


Kelahiran TVS Apache RTR 160 di Indonesia memang dalam kondisi yang menyedihkan. Saya harus mengucapkan kata "sayang ya, produk bagus tapi gak laku".

Dalam launching suatu produk, utamanya produk kendaraan bermotor. Marketing pasti telah mendahului bekerja dibandingkan dengan unit produksi. banyak produk telah diumumkan (artinya telah dijual) meskipun baru prototype, mereka pamerkan produk modelnya atau dikenal sebagai produk konsep dengan berbagai feature, kalau perlu sudah ada test drivenya meskipun saat itu masih dalam pengembangan. Banyak orang diminta mereview dengan mencoba, membandingkan, mengkritik, dan kalau perlu diberi hadiah untuk yang bisa menemukan kelemahan-kelemahannya.
Hasil review dikembalikan ke unit Riset dan Pengembangan untuk disempurnakan. produk itu baru dipasarkan kepada publik bisa 2 hingga 5 tahun kedepan. Selama proses itu mereka melakukan roadshow, mengembara kesan-kemari, pasang iklan diberbagai media secara kontinyu sampai produk benar2 siap dipasarkan.

Kondisi terbalik dengan TVS Apache, produk sudah beredar tapi kurang dikenal orang.

Penjelasan dari unit marketing beralasan kalau usia TVS di Indonesia masih seumur bayi, bahkan GM Marketing yang sangat berpengalaman dengan perusahaan kelas kakap dan produknya juga sangat terkenal menegaskan kalau terkendala anggaran pemasaran.

Sayang ya.....
produk bagus kok gak didukung sistem pemasaran yang handal.

Idealnya pemasaran dilakukan sebelum proses pembangunan pabrik dilakukan, tentunya setelah segala deal bisnis dengan TVS India clear dan perijinan sebagai ATPM clear. produk harus dikenalkan jauh hari sebelumnya dengan memaparkan segala keunggulan dan kehebatannya.

Sebagai pendatang baru tentunya harus tahu bagaimana mencari muka agar segera dikenal masyarakat, jangan malu-malu dan sembunyi-sembunyi dong.

Coba bandingkan dengan bagaimana sikap kompetitor yang sudah menguasai pasar. Begitu terasa ada ancaman masuknya pesaing baru mereka segera menggalakkan marketingnya, semua strategi dikeluarkan agar pelanggan setianya dan para calon user tidak berpaling darinya. Para penguasa pasar secara serentak megepakkan sayapnya lebar-lebar untuk menutupi pesaing barunya, mereka sangat berusaha dengan keras agar produk kompetitor baru tidak terlihat. Iklan bertubi-tubi, menggelar event yang menonjolkan image produk ke segala penjuru negeri, sehingga kesetiaan kepada produknya bisa terjaga dan bahkan bisa menambah pangsanya. Contoh riil adalah Yamaha yang memajang artis-artis kakap sebagai ikon produk. Begitu juga Honda dengan ikon Agnes Monica dan VJ MTV yang ganteng. sedangan ATPM lainnya seperti Suzuki banyak menggelar event balap dan banyak mengumpulkan predikat juara. Berapa biayanya ???? pasti sangat besar.

TVS Apache yang tenggelam tertimbun 3 raksasa jepang tadi masih beralasan kalau masih bayi dan keterbatasan anggaran. Sedangkan kakak kandungnya yang sama berdarah India yaitu mas Bajaj yang sama-sama masuk sudah menggeber nusantara dengan motor Pulsarnya. Kalau ditarik periode kapan Apache dan Pulsar masuk Indonesia sebenarnya sama sama saja.
Cuma saja Pulsar sang kakak lebih cerdas, dia segera melakukan penetrasi pasar menembus dominasi Honda Tiger yang saat itu tidak ada lawannya serta memanfaatkan kelemahan Yamaha Scorpio yang modelnya sangat jelek dan jadul (gak beda jauh dengan Honda Win).

Saya gak usah susah dan repot kumpulkan data pemasaran nasional, lha wong saya ini kan sedang merantau ke Manado. Masalah beli motor di Manado itu barang gampang, daya beli disini cukup tinggi, peluang pasar sebenarnya cukup lebar. Bayangkan saja Pulsar bisa laku lebih dari 400 unit dalam 1 tahun, sedangkan Apache 6 bulan baru laku dibawah 20 unit. Apabila dibandingkan periode yang sama baca di http://wong-jogja-perantau.blogspot.com/2009/01/tvs-apache-gak-ada-prospek-marketing.html maka Pulsar sudah jualan lebih dari 200 unit.

Saya sangat prihatin dengan nasib si Kuda Lari ini, dia masih tersimpan dalam kepompong yang kehujanan dan kedinginan, dia masih takut keluar ke alam bebas, masih lebih enak tidur didalam kepompong. Sedangkan lawan-lawannya sudah terbang kesana kemari dan menyambar lawan-lawannya berebut pembeli.

jadinya kalah dech........

Ada yang salah dengan strategi bisnis TVS Indonesia, bisa-bisa si kuda lari sudah mati di dalam kepompong dan gak sempat terbang mengepakkan sayapnya.

26 November, 2008

Akhirnya TVS RTR 160 Apache Pilihanku

Pilih yang mana:
Setelah 3 hari bolak-balik ke dealer Bajaj dan TVS, dimana saya sempat hampir memutuskan ambil Pulsar 180 karena tertarik warna merah-nya yang menyala dan sales girlnya yang cuantik dan seksi (cewek Manado paling pinter jaga penampilan lho...), saya sempat bingung karena penampilan Pulsar 180 dan Apache hampir sama gagahnya.
Cuman saja begitu pegang stang, Pulsar 180 rasanya kaya pegang motor Honda CB 100 tahun 75an karena bengkokan pipanya kuno banget, trus suara mesin n knalpot rada brisik. Saya terus mikirin berapa biaya ganti plat segitiga bracket stang racingnya, trus kalo ganti stang tentu ngefek juga ke kabel2 yg kalo gak pas pasti jadi gak rapi lagi.
Harga Pulsar di Manado Rp 17,5jt sedangkan Apache Rp 17,33jt, sepintas 180cc tampak murah dibanding yang 160cc, apalagi populasi Pulsar di jalanan sudah lumayan banyak. Polisi patroli juga sudah banyak yang pake Pulsar.
Sabtu sore tanggal 22-11-2008 saya pelajari lagi brosur-brosur, review dari user di India karena mereka yg lebih pengalaman pake, sedang reviewer indonesia sebagian belum punya or hanya dr baca web aja. Meski demikian saya perhatikan juga para user Apache sama Pulsar yg cerita waktu pulang mudik.
Saya akhirnya bikin sayembara ke kedua agen TVS dan Pulsar, siapa yang duluan bisa kasih nomor cantik dengan pilihan 9000, 9999 atau 9900 maka motor itu yang saya pilih.
Tapi malam harinya saya nyesel juga bikin gambling seperti ini karena hasil riset saya menunjukkan TVS banyak keunggulannya, sedang Pulsar hanya menang 2 busi saja, dia tetap lebih boros, kalah di akselerasi, serta kurang sporty.
Keputusan:
Akhirnya Senin pagi tgl 24-11-2008 saya dapat miscall berkali-kali dari TVS tapi tlp tdk saya angkat krn ada rapat koordinasi mingguan di tempat kerja. waktu saya callback ke TVS, jawabannya nomor yg saya pesan sdh ada dan sudah di blok utk nama saya.
Karena TVS berhasil konfirmasi nomor yang saya pesan maka pilihan jatuh ke TVS, alhamdulillah, coba kalo yg telpon dari Pulsar, wah.... pasti nyesalnya gak habis2.

Sekarang saya lagi mereka2 apa saja yg perlu ditambah, di modif dan dikorek-korek.
Pilihan pertama ganti ban yg lebar sekalian ganti velg krn mau saya pasang rear disk brake, baru pasang pipa pengaman samping buat dudukan lampu spot.

saya juga dah siapin touring ke Langowan (pegunungan) dan Bitung (track datar) buat uji coba akselerasi, tanjakan, track panjang sama berbagai kondisi medan.

Habis itu baru oprek dapur pacu tentunya setelah evaluasi hasil touring sebulan.